Andai Gamawan Fauzi itu kerabatku
Di tengah ramainya orang2 terobsesi untuk menjadi pegawai negeri, banyak orang menghalalkan segala cara dari memakai calo dan lain sebagainya, belum lagi penggunaan jaringan kekerabatan dalam birokrasi atau kaderisasi oleh pejabat tinggi. Mau lulus murni, mimpi rasanya atau butuh keajaiban tingkat depdagri itu. Apalagi dengan kemampuan pas-pasan (kemampuan akademik pas-pasan, tapi kemampuan kerja melebihi yg punya kemampuan
akademik lebih), ya begitulah kehidupan berbirokrasi saat ini, memikul title tinggi-tinggi tapi lari menghadapi kerjaan (ya meski kasus seperti itu cuma 75 % dari keseluruhannya, tapi bukankah negara sudah dirugikan).
Apalagi pemerintah sekarang akan mencoba untuk merekrut CPNS dengan lebih transparan, dengan mewacanakan sistem CAT (Computer Assistant Test), biar ga tiap kali ada perekrutan kita berbondong-bondong menyerbu stadion atau gelanggang olahraga (udah kayak bonek sama jakmania aja). Tapi hasil vote di sebuah radio, 70% pesimis dengan apa yang di wacanakan pemerintah, ya soalnya sejauh ini masalahnya masih sama lagunya Jessie J. (is about money,money, money). Mau nyari transparansi dimana coba??? Perekrutan manual itu kendalanya ada nepotisme dengan jaringan tingkat tinggi, tapi kalau dengan sistem computer para calo akan menyediakan jaringan hacker untuk menjalankan nepotismenya (mungkin lho ni ya…..)
Terus mau dibawa kemana jiwa-jiwa orang yang punya potensi kinerja yang tinggi, yang bisa menghadapi pekerjaan birokrasi secara realistis, bukan hanya sembunyi dari ruangan satu ke ruangan lainnya, atau dari kantin satu ke kantin lainnya (ya atau warung satu ke warung lainnya lah minimal..ckckckckck). Yang selalu melarikan diri dari pekerjaan lah yang justru memenuhi setiap sudut ruangan birokrat, mengagumkan!!! Kasian benar potensi-potensi yang terabaikan di luar sana, yang cuma menjadi buruh tidak jelas dengan penghasilan yg kurang pas dengan kinerja. Anggaran habis dimakan
untuk sesuatu yang buta. very something ya……..
Bagi kita yang tak punya uang, tak punya kader, tak punya pejabat jadikan cita-cita itu hanya mimpi manis belaka. Berharap memang tidak ada salahnya, tapi berharaplah seperti itu jika kerabat dekatmu adalah Gamawan Fauzi
(atau siapalah nanti mendagri selanjutny….hahaha). Untuk merubah semua ini mungkin kita perlu memusnahkan sistem dan pelaku-pelaku birokrasi yang ada dan menciptakan sesuatu yang baru. Tapi itulah negeri kita, hal-hal seperti itu sudah terlalu mengakar dan mendarah daging, karena hal-hal itu terjadi bukan hanya karena ada kesempatan tapi juga karena
keinginan, jadi waspadalah waspadalah.
Antara Cinta Dan Derita
Sedih rasanya tapi tak mampu teteskan air mata, mungkin karena karena sedikit terbiasa, lo perlaku’in gue seperti ini berulang kali. mungkin bodohnya gue tetap sayang sama lo, meski sering kali eloe gak peduli’in gue. selalu gue sambut dengan cinta ketika lo datang dengan kesendirian lo, tapi selalu lo tinggalkan luka ketika lo temukan sandaran baru dan mulai mengabaikan gue, lo bilang lo itu tak seperti yang gue ucap, tapi nyatanya lo hanya menutupi bahagia yang lo dapet, tapi bukan dengan gue (memelas)!!! Sekian retakan telah eloe buat di hati gue, tapi gue tetap menjaganya untuk tetap utuh untuk mencintai eloe. Ya sambil berharap suatu hari kedewasaan menghampiri dan bisa buat loe mengerti apa yang gue lakukan untuk lo, lo tu tahu banget gimana rasanya disakiti tapi itu gak pernah membuat lo berpikir sebelum mulai untuk menyakiti, naif memang tapi gue gak nyalahin itu juga pada usia-usia macem lo sekarang.
Konsekuensi untuk sebuah kehidupan adalah, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Sehebat apapun kita, tidak terkecuali untuk cinta, karena cinta sejatinya tidak bisa dipaksakan, bahkan hatipun tak bisa diarahkan, (diplomatis ya pernyataannya???). Gue selalu berpikir tentang rasa ini sekuat apapun gue pertahanin rasa ini, walaupun seandainya nanti
gue bisa meneruskannya. Di ujung jalan nanti akan ada tembok yang akan menguji batas kemampuan gue. Ketika terpisah derajat yang secara historical mungkin tak seperti itu!. Tapi apa daya hegemoninya sudah merasuk banget dan gak mudah untuk diruntuhkan, apalagi hanya untuk yang namanya cinta, (gue ngomong apa sich ne) dan batas kemampuan gue adalah pada titik akhir dimana gue benar-benar tidak mampu untuk meraih cinta dari lo. Ketika gue harus melihat eloe melangkah pergi tanpa akan menengok ke belakang tepatnya ke arah gue (kasihan ya). Saat ini mungkin masih seperti halte, meskipun gue sudah lo lewati tapi masih mungkin lo akan kembali dan berhenti untuk gue. jadi masih bisa gue pendam tanpa harus membunuh rasa ini untuk selamanya. Mungkin keadaan nanti akan memaksa gue untuk membunuh rasa ini,dan menguburnya hidup-hidup secara dalam-dalam
Sementara akan gue jadi’in bahagia lo disana sebagai tetes air buat gue di tengah kekeringan, kekeringan itu memang menyiksa tapi dengan setetes air itu akan sangat membahagiakan, kan gue jadi’in senyum lo yang bukan dengan gue, sebagai cahaya di ujung lorong gelap perjalanan gue, meskipun gelap tapi ada tetep harapan diujung lorong itu (ga realistis sich). Konyol memang dan tolol memang, dan membuat gue hilang logika. Karena gue tahu bagaimana sikap lo dan gue sangat mengerti, pasti akan ada waktunya lo kembali ke gue, karena eloe tahu setidaknya guelah yang paling tangguh dan paling mengerti lo diantara mereka yang pernah mampir sebentar di hati lo, saat bersamanya lo mungkin bisa mengabaikan gue tapi setidaknya akan ada yang eloe rindu’in dari gue, apalagi saat lo sendiri otomatis gue’lah orang kedua yang lo harapkan untuk menemani lo setelah sahabat ato teman-teman eloe dan keluarga eloe,(orang kedua benar ga tu ya namanya mana PD banget lagi gue,hahahaha) kadang memang besarnya rasa cinta tak selalu sepadan dengan apa yang akan kita terima, luka yang lebih besar dari rasa cinta akan membuat rasa putus asa yang begitu dalam, roman picisan memang, tapi semua insan setidaknya pernah merasakan ini.! (Serius)
diri lo tu adalah mimpi indah yang selalu ingin gue raih, meskipun itu selalu mengingatkan gue untuk gak nangis disaat gue udah terbangun dari mimpi manis gue ini (stoooop….kau mencuri cintaku….cintaku) gue akui karena lo hari gue jadi nggak karuan, awal semester loe buat hidup gue sepi dan akhir2 semester setidaknya eloe mulai memeriahkan hari – hari gue, ngga semeriah hari kemerdekaan juga sich hahahahaha! Konyol memang, sudah sering trjadi seperti itu, tapi gue masih selalu mencoba ada untuk lo, (tidakkah tergugah hati mu melihat apa yang kulakukan untukmu???) Bodoh memang melihatannya, terperosok jatuh ke dalam lobang yang gue gali sendiri, terperosoknya berkali-kali lagidi lubang yang sama, kayak keledai dong (ya,, keledai mencari cintalah minimal).! Menyakitkan dan itu tentu saja membuat gue bosan menjadi pecundang sejati, meskipun keadaannya seperti itu,
but you must to know you are the reason I defence with this love, satu kecupan dari lo saja bisa buat gue menanti lo selama ini, walau gue rindukan tapi mungkin gue gak ingin mendapatkannya lagi, karena jika lo memang bukan untuk gue, pastinya gue gak mau terlena dalam penantian ini, (tapi sekali lagi boleh dech buat kenang-kenangan, maunya!!) apalagi di tambah dengan bumbu-bumbu kebersamaan yang memupuk cinta gue menjadi lebih besar!!
Dibalik semua ini,gue tegasin, ingin gue ungkapkan batas kemampuan gue adalah melihat lo benar-benar pergi dan melupakan gue, meski segala yang telah gue lalui dan gue rasakan dengan lo begitu indah, semua terasa spesial di hari hari tertentu berada disamping lo. Hari-hari dimana lo berkeluh kesah dengan gue, merengek manja sama gue karena sesuatu dan kedewasaan lo
lambat laun akan membuat gue kehilangan semua itu, bagi gue semua itu menjadi halaman yang wajib gue beri stabilo agar selalu bisa gue kenang meski terkadang menyakitkan dan benar-benar gak ikhlas jadinya, tapi mungkin tidak sebaliknya dengan lo, saat gue tanya ternyata eloe udah ngelupain semuanya……haaaah ya sudahlah…….
ratapan yang tak perlu
mungkin engkau wanita yang hebat
atau mungkin aku pria yang bodoh
kau yang membuatku
atau aku yang membiarkan diriku
terjebak dalam perasaan ini
mungkin saat tawamu hadir oleh orang lain
aku tak pernah ambil bagian disitu
tapi ketika tangismu datang
seperti tak ada orang lain lagi
hingga tetes demi tetesnya kau beri padaku
kelirunya adalah rasa ini mungkin tidak sepaham
aku mengartikan lain kaupun mengartikan lain
berjalan dengan tidak saling mengerti
hingga terlihat kau anggap ada
saat kau perlu………..
dan entah siapa diriku untukmu
saat kau tak perlu…..
jadi tak biasa
perlahan pesonamu kini membunuh ku
mungkin karena keluguannya
atau ketidaktahuannya
ku mencoba membuatnya nampak biasa
tapi kini jadi tak biasa
semua seperti ada jarak
jarak untuk ku melihat pesonamu
senyum tak lagi lepas
mungkin itu baik untuku
mungkin juga tidak
karena apapun semua akan membebani hatiku
pencuri
hadirmu seolah memberi warna baru
begitu bercahaya setiap ku melihatmu
kesan yg kau hadirkan begitu melekat
tak sanggup ku untuk melepasnya
di dekatmu semua begitu indah
semua nampak teralihkan
oleh hadirmu
tak ingin ku alihkan pandangan
seandainya kau ijinkan aku
menghabiskan waktu untuk memandangmu
kau seperti pencuri
pencuri perhatianku
dan pencuri hatiku
tak ingin tenggelam terlalu dalam
ingin ku menjauh tapi rasanya ku tak bisa di tengah kesepian ini aku tak mau selalu sendiri ketika ku temukan dirimu yang nampaknya tak sendiri ingin ku menjauh ku takut dan tak ingin tenggelam terlalu dalam
kenanganmu sebagai kenang – kenangan
miris rasanya mendengar
semua berlalu begitu cepatnya
dirimu telah berada jauh disana
jangan untuk bertemu
melihat dirimu sepintas pun
mungkin tak akan pernah lagi
kau hanya meninggalkan kenangan
sebagai kenang-kenangan
yang hanya bisa teringat
dan membuat mata ini
seperti berkaca kaca
seolah akan memulai mengurai air mata
mengingat kenangan darimu
adalah kenang kenangan..
tersandung cinta
bukan sengaja aku untuk jatuh cinta
padamu yang yang telah di milikinya
bukan pula inginku untuk tersandung cinta
dengan begini keadaannya
seolah jalan nasib menuntunku padamu
dan tersandung di jalan itu
tak hanya sekali
tapi tak terhitung lagi
luka diujung jalan selalu saja menanti
membayangi saat aku tersandung cinta lagi
owwwh
anggun……..
mungkin aku bukan satu-satunya
yang berkata seperti itu
cantik apalagi……
setiap mata yang melihatmu
pasti akan berkata seperti itu
menarik sudah pasti……
hati mana yang akan kuasa
tat kala melihat pesonamu
wajah keibuan……
terselip manis senyuman
owwwh………
bagai dewi menjelma
kau butakan hati ini
lelah penantianku
mungkin hanya sampai disini
rasa cinta itu kan bertahan
terpendam dalam perih
ku kan coba menguburnya
bersama keterikatanmu disana
tak kan sanggup lagi mungkin ku mengusik
keberadaanmu disana
sesak memang terasa
lelah penantianku tak berguna
engkau tetap melangkah
berlalu meninggalkanku